Dari Emperan Rumah ke Petshop Tepercaya: Kisah Bangkit Central Cat's

Tahun 2020 menjadi titik terberat sekaligus titik balik. Di tengah pandemi yang meluluhlantakkan banyak usaha, sang founder Central Cat’s harus merelakan bisnis-bisnis yang ia bangun — elektronik, perkebunan, hingga beberapa retail kecil — gulung tikar satu per satu.
Di saat hampir kehilangan arah, pandangannya jatuh pada satu sosok yang selalu setia di rumah: King Mufasa, kucing Maine Coon kesayangannya seberat 8 kg. Dari kedekatan merawat King Mufasa itulah muncul ide nekat — membuka jasa grooming kucing, bermodal pengalaman dan kecintaan pada hewan.
Tak ada ruko mewah, tak ada peralatan lengkap. Central Cat’s lahir dari home service dan emperan rumah. Tantangan datang bertubi: harus melawan gengsi, karena profesi groomer sering dipandang sebelah mata. Belum lagi menaklukkan beragam karakter kucing — yang manja, yang galak, yang ketakutan — satu per satu dengan sabar.
Ujian terberat datang saat Central Cat’s memberanikan diri berekspansi ke petshop, layanan yang jauh lebih kompleks. Modal pas-pasan, sementara sudah ada tim yang ikut sejak awal dan harus dipikirkan kesejahteraannya. Ada masa ketika laba tak cukup untuk memperpanjang sewa lokasi, ditambah lelahnya belajar mengelola SDM dari nol. Pikiran untuk menyerah dan kembali mencari pekerjaan lain sempat datang.
Yang membuat Central Cat’s bertahan bukan keajaiban, melainkan kesetiaan para pelanggan — mereka tetap mempercayakan anabul kesayangan untuk dirawat oleh tim, kembali lagi dan lagi. Kepercayaan itu menjadi bahan bakar. Kehadiran petshop pun melengkapi: kini Central Cat’s bisa merekomendasikan produk-produk berkualitas yang benar-benar dibutuhkan para pemilik kucing.
Hari ini, Central Cat’s berdiri sebagai layanan grooming, treatment, cat hotel, dan petshop kucing tepercaya di Tangerang — tumbuh dari emperan rumah, dirawat oleh kesetiaan, dan dimulai dari cinta pada seekor kucing bernama King Mufasa.
