Central Cat's News
Kesehatan Kucing

Kenapa Kucing Suka Menjilat Tembok? Ini Penjelasannya

Kenapa Kucing Suka Menjilat Tembok? Ini Penjelasannya

Kucing yang suka menjilat tembok secara terus-menerus biasanya menandakan adanya masalah kesehatan, seperti kekurangan mineral (anemia) atau gangguan perilaku yang disebut pica. Kebiasaan aneh ini bukanlah sekadar keisengan semata, melainkan sinyal tubuh bahwa anabul sedang membutuhkan zat besi atau nutrisi tertentu yang tidak terpenuhi dari makanannya. Pemilik kucing wajib memahami penyebab di balik perilaku ini agar dapat memberikan penanganan yang tepat.

Sebagai pemilik, kita sering kali merasa heran saat melihat anabul mendekati dinding rumah lalu mulai menjilatinya dengan tekun. Mengapa mereka melakukan hal tersebut? Mari kita bedah beberapa penyebab utamanya secara mendalam.

Mengapa Kucing Suka Menjilat Tembok?

Ada beberapa faktor fisik maupun psikologis yang melatarbelakangi perilaku unik ini pada kucing:

1. Kekurangan Zat Besi dan Mineral (Anemia)

Penyebab paling umum kucing menjilat tembok atau permukaan semen adalah defisiensi nutrisi, khususnya zat besi, kalsium, atau natrium. Debu tembok atau semen mengandung berbagai mineral pelapis. Secara insting, kucing yang kekurangan mineral di dalam tubuhnya akan mencari sumber eksternal untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satunya dengan menjilati tembok.

2. Gejala Penyakit Anemia

Menurut panduan dari praktisi dokter hewan dan organisasi kesehatan kucing seperti AAFP (American Association of Feline Practitioners), perilaku menjilat benda-benda non-makanan (pica) sering kali berkaitan erat dengan anemia. Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat, yang bisa dipicu oleh infeksi parasit (seperti kutu atau cacing), penyakit ginjal, atau penyakit autoimun.

3. Rasa Penasaran dan Suhu Dingin

Tembok semen sering kali memiliki suhu yang lebih dingin dibanding area sekitarnya. Kucing yang merasa gerah atau hanya penasaran dengan tekstur dinding yang kasar mungkin akan mencoba menjilatnya. Namun, jika ini alasannya, perilaku tersebut biasanya hanya terjadi sesekali dan tidak menjadi kebiasaan yang berulang.

4. Kebosanan dan Stres (Pica)

Pica adalah gangguan perilaku di mana hewan peliharaan memiliki dorongan kuat untuk menjilat, mengunyah, atau memakan benda-benda yang bukan makanan, seperti plastik, kain, pasir, hingga tembok. Kondisi ini sering dipicu oleh rasa bosan yang ekstrem, kurangnya stimulasi mental, atau tingkat stres yang tinggi di lingkungan rumah mereka.

Bagaimana Cara Membedakan Kebiasaan Normal dan Gejala Penyakit?

Untuk mengetahui apakah kebiasaan menjilat tembok ini berbahaya, Anda perlu memperhatikan kondisi fisik anabul secara keseluruhan. Periksa bagian gusi kucing Anda dengan mengangkat bibirnya secara perlahan. Gusi kucing yang sehat berwarna merah muda segar. Jika gusi mereka tampak pucat, keputihan, atau keabu-abuan, ini adalah tanda kuat bahwa anabul mengalami anemia.

Selain gusi pucat, perhatikan juga tingkat energi mereka. Kucing yang mengalami masalah kesehatan biasanya akan terlihat lesu, lebih banyak tidur dari biasanya, kehilangan nafsu makan, dan bulunya tampak kusam serta tidak terawat.

Langkah Praktis untuk Mengatasi Kebiasaan Menjilat Tembok

Jika Anda mendapati anabul mulai sering menjilati dinding, beberapa langkah awal ini bisa Anda lakukan di rumah:

  • Perbaiki Kualitas Makanan: Pastikan makanan yang diberikan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Pilih makanan komersial berkualitas tinggi yang mencantumkan daging asli sebagai bahan utama untuk memastikan kebutuhan zat besi mereka terpenuhi.
  • Berikan Stimulasi dan Mainan: Sediakan mainan interaktif, tiang cakaran (scratching post), atau luangkan waktu untuk mengajaknya bermain agar mereka tidak merasa bosan atau stres di dalam rumah.
  • Jaga Kebersihan Tubuh: Kucing yang stres atau sakit sering kali malas melakukan self-grooming. Jika anabul terlihat lesu dan bulunya mulai kusam, Anda bisa membantu menyegarkan tubuhnya dengan membawa mereka ke layanan grooming Central Cat’s agar tubuhnya tetap bersih, bebas dari parasit pemicu anemia seperti kutu, sekaligus memantau kondisi kulitnya.

Apakah anabul kesayanganmu di rumah pernah menunjukkan perilaku unik seperti menjilat tembok atau benda non-makanan lainnya? Yuk, bagikan ceritamu dengan tim kami lewat Instagram @centralcat_official atau WhatsApp Central Cat’s!

Ingat, artikel ini hanya bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis medis resmi. Jika kucing Anda menunjukkan gejala lemas, gusi pucat, atau terus-menerus menjilat benda asing, segera lakukan konsultasi ke dokter hewan untuk pemeriksaan darah dan penanganan medis yang tepat.


Foto: Furkan Aktaş / Pexels

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah berbahaya jika kucing sesekali menjilat tembok?
Jika hanya sesekali karena penasaran dengan suhu dingin atau teksturnya, biasanya tidak berbahaya. Namun, jika dilakukan secara terus-menerus, hal ini patut dicurigai sebagai gejala masalah kesehatan seperti anemia.
Bagaimana cara mendeteksi anemia pada kucing di rumah?
Cara paling mudah adalah dengan memeriksa warna gusinya. Gusi kucing yang anemia akan tampak pucat atau keputihan, berbeda dengan kucing sehat yang memiliki gusi berwarna merah muda segar.
Apakah mengganti makanan bisa menghentikan kebiasaan kucing menjilat tembok?
Jika penyebabnya adalah kekurangan mineral ringan, memberikan makanan berkualitas tinggi yang kaya zat besi dan nutrisi seimbang dapat membantu menghentikan kebiasaan ini. Namun, jika penyebabnya adalah penyakit medis, penanganan dari dokter hewan tetap diperlukan.

← Kembali ke semua artikel