Central Cat's News
Kesehatan Kucing

Kenapa Kucing Suka Menggigit Kuku? Ini Penyebabnya!

Kenapa Kucing Suka Menggigit Kuku? Ini Penyebabnya!

Kucing menggigit kuku umumnya adalah bagian dari perilaku perawatan diri (grooming) yang normal untuk melepaskan lapisan luar kuku yang mati. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan, obsesif, atau disertai dengan kulit kemerahan, hal tersebut bisa menandakan adanya masalah kesehatan seperti infeksi, luka, atau stres pada anabul.

Sebagai pemilik, kita tentu sering merasa gemas sekaligus penasaran saat melihat anabul sibuk mengunyah atau menarik-narik kuku kaki mereka dengan gigi. Agar tidak salah langkah, mari kita pelajari kapan perilaku ini dianggap wajar dan kapan kamu harus mulai waspada.

Kapan Menggigit Kuku Dianggap Normal?

Kucing adalah hewan yang sangat menjaga kebersihan diri. Menurut para dokter hewan, salah satu alasan utama kucing menggigit kuku adalah untuk merapikan cakarnya. Kuku kucing tumbuh dalam beberapa lapisan seperti bawang. Ketika lapisan luar kuku sudah tua dan mati, kuku tersebut akan mengelupas untuk memberi ruang bagi kuku baru yang lebih tajam di bawahnya.

Dengan menggigit dan menarik kuku tersebut, kucing sebenarnya sedang membantu mempercepat proses pelepasan selongsong kuku mati ini. Kebiasaan ini biasanya didukung dengan aktivitas mencakar garukan kucing (scratching post). Perilaku alami ini turut menunjang penampilan luar anabul, yang bisa kamu amati tandanya dalam panduan mengenai kesehatan bulu dan kuku anabul.

Tanda Menggigit Kuku yang Tidak Normal

Meskipun sering kali merupakan bagian dari grooming rutin, kamu harus memperhatikan intensitasnya. Perilaku ini dikategorikan tidak normal jika:

  • Kucing menggigit kukunya terlalu sering, bahkan hingga berjam-jam.
  • Terdengar suara tarikan yang sangat keras atau ekstrem.
  • Area sekitar cakar atau bantalan kaki terlihat merah, bengkak, atau bahkan berdarah.
  • Kucing mulai pincang atau menolak kakinya disentuh.

Apa Saja Penyebab Kucing Menggigit Kuku secara Berlebihan?

Jika anabul menunjukkan tanda-tanda tidak normal di atas, beberapa faktor medis dan psikologis berikut ini bisa menjadi pemicunya:

1. Infeksi Jamur atau Bakteri

Kulit di sekitar kuku kucing sangat rentan lembap, menjadikannya tempat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Salah satu jenis infeksi yang kerap menyerang area sensitif ini adalah infeksi jamur seperti ringworm. Rasa gatal dan perih yang luar biasa akibat infeksi ini akan memicu kucing untuk terus menggigit dan menjilat kakinya demi meredakan rasa tidak nyaman.

2. Kutu dan Parasit

Kutu tidak hanya bersarang di punggung atau leher, tetapi juga bisa bersembunyi di sela-sela jari kaki kucing. Gigitan kutu menyebabkan gatal yang sangat mengganggu, sehingga anabul refleks menggigit area kaki dan kuku mereka. Jika ini masalahnya, kamu harus segera melakukan tindakan pembasmian parasit dengan mencari layanan grooming profesional Central Cat’s yang menyediakan paket treatment kutu khusus.

3. Kuku Terlalu Panjang atau Pecah

Kuku yang jarang dipotong bisa tumbuh melengkung ke dalam hingga menusuk bantalan kaki (ingrown nail). Rasa nyeri yang ditimbulkan membuat kucing berusaha mencabut atau mematahkan kuku tersebut dengan giginya sendiri. Kuku yang pecah akibat tersangkut karpet juga bisa robek dan memicu perilaku serupa karena terasa mengganjal.

4. Stres dan Kecemasan

Sama seperti manusia yang menggigit kuku saat gugup, kucing juga menggunakan perilaku ini sebagai mekanisme koping (coping mechanism) saat mengalami stres. Perubahan lingkungan, kehadiran hewan baru, atau suara bising di sekitar rumah dapat memicu kecemasan berlebih pada anabul.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Langkah pertama yang paling efektif adalah memotong kuku kucing secara rutin setiap 2-3 minggu sekali. Memotong ujung kuku yang tajam akan mengurangi risiko kuku pecah atau menusuk bantalan kaki. Selain itu, pastikan kamu menyediakan media garukan (scratching post) yang cukup di dalam rumah agar kuku mereka bisa terasah secara alami tanpa merusak perabotan.

Apakah anabul kesayanganmu di rumah juga sering melakukan kebiasaan unik ini? Yuk, bagikan ceritamu lewat Instagram @centralcat_official atau WhatsApp Central Cat’s!

Jika kamu melihat adanya luka, pembengkakan, nanah, atau anabul mulai berjalan pincang akibat gigitan tersebut, segera lakukan konsultasi ke dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang tepat.


Ilustrasi AI — dibuat dari prompt Central Cat’s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah normal jika kucing memakan selongsong kukunya yang lepas?
Tidak perlu khawatir, selongsong kuku terbuat dari keratin dan biasanya akan dimuntahkan atau keluar bersama kotoran jika tidak sengaja tertelan, namun sebaiknya tetap dicegah agar tidak mengganggu pencernaan.
Seberapa sering saya harus memotong kuku kucing?
Idealnya kuku kucing dipotong setiap 2 hingga 3 minggu sekali untuk mencegah kuku tumbuh terlalu panjang, pecah, atau melengkung menusuk bantalan kaki.
Bagaimana cara meredakan stres pada kucing yang suka menggigit kuku?
Berikan mainan interaktif, luangkan waktu bermain bersama, dan ciptakan lingkungan rumah yang tenang serta nyaman bebas dari gangguan suara bising.
Kapan gigit kuku pada kucing harus dibawa ke dokter hewan?
Segera bawa ke dokter hewan jika area kuku terlihat merah, bengkak, mengeluarkan nanah, mengeluarkan bau tidak sedap, atau jika kucing pincang saat berjalan.

← Kembali ke semua artikel